Revolusi Internet

Senin, 20 April 2009

Sukuk Global

Jakarta - Penerbitan surat berharga syariah internasional (sukuk global) Indo-sukuk Al Ijarah dinilai efektif untuk membantu mengurangi defisit anggaran belanja Rp 139,5 triliun tahun ini. Namun sebaiknya mulai tahun depan pemerintah tidak lagi mengandalkan instrumen tersebut untuk menutupi APBN."Menurut saya, dalam kondisi sekarang tidak ada pilihan lain pemerintah terpaksa menerbitkan ini," ungkap ekonom INDEF Aviliani saat berbincang dengan detikFinance, Senin (20/4/2009).
Menurut Aviliani, penerbitan sukuk global ini sudah tepat agar tidak terjadi perebutan dana antara pemerintah dengan perbankan nasional."Karena kalau di dalam negeri, nanti yang beli orang Indonesia. Akhirnya uang yang ada di bank malah dibeliin sukuk," jelasnya.Aviliani menilai sukuk global yang ditawarkan pemerintah akan menarik investor asing karena bunga yang diberikan cukup menggiurkan. "Ini sangat menarik. Dengan bunga 8,8 persen, saya rasa cukup karena SBI kita kan 7,5 persen," katanya.Aviliani berharap agar pemerintah tidak terus menerus menggunakan instrumen seperti ini untuk menutupi anggaran. "Kalau untuk 2009 oke, lah. Tahun depan kalau bisa kita sudah zero budget karena kalau defisit terus otomatis negara akan terus berhutang artinya dengan utang terus maka beban cicilannya naik terus otomatis anggaran untuk rakyat akan semakin kecil," papar Avilialini.
Aviliani menambahkan penggunaan instrumen tersebut harus dipikirkan kembali di tahun 2010 karena pada pertengahan tahun depan keadaan ekonomi diprediksikan akan mulai membaik. "Tahun 2010 harus dipikirkan lagi karena pada pertengahan 2010 diprediksikan ekonomi sudah mulai membaik sehingga investasi sudah mulai masuk. Kalau sekarangkan investasi belum masuk," ucap Aviliani.
Seperti diketahui, pada 23 April 2009 pemerintah akan menerbitkan Indo-sukuk Al Ijarah melalui perusahaan penerbit SBSN Indonesia I. Adapun nominal sukuk yang ditawarkan mencapai US$ 650 juta atau Rp 7,1 triliun, dengan kupon tetap sebesar 8,8 persen dan tanggal jatuh tempo 24 April 2014.(epi/lih)(Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance)
sumber,

Sabtu, 18 April 2009

Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya

Kekayaan adalah sama dengan kemampuan untuk terus bertahan hidup dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.

Penelitian yg dilakukan oleh Gallup International menunjukkan bahwa rata-rata eksekutif ibukota & Asia kaya mampu bertahan 90 hari dengan gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti kerja. Setelah itu mereka harus mulai menjual asset atau berhutang.

Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang 10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang 10 milyar. Menurut majalah Forbes kaya adalah orang yang mempunyai penghasilan 1 juta US keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang masuk tanpa harus bekerja.

Sebagai perbandingan Mike Tyson, dia menghasilkan 300 juta USD sewaktu bertinju, tapi hari ini bangkrut dan masih berhutang 35 juta USD. Maka sebetulnya Mike Tyson bukan termasuk kaya, termasuk pula di dalam kategori orang yang bukan kaya adalah orang-orang yang punya penghasilan 1 Juta USD/tahun namun pengeluarannya 1,2 juta USD/tahun.

Pertanyaan PENTING kali ini adalah:

  • Bila besok anda berhenti kerja, berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan gaya hidup anda sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda?
  • Lalu bagaimana kita bisa kaya menurut versi Robert T. Kiyosaki dimana passive income lebih besar dari biaya hidup?
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan passive income lebih besar dari biaya hidup.

Diantara cara mendapatkan passive income:
  • Royalti dari hak cipta
  • Rumah yang disewakan/dikostkan atau Usaha-usaha yang menghasilkan
  • Saham-saham yang menghasilkan deviden
  • Reksadana
Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang. Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan" senilai Rp. 250.000,- dan seminar 3 Hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,- oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di:

http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=19149


Jumat, 17 April 2009

salam sukses

lakukan sesuatu, maka sesuatu akan membuka jalan untuk anda !!